|
Printer DPI
Anda dapat bebas membaca tulisan ini dan melihat foto-foto yang ada di website ini. Apabila anda berniat menyebarluaskan tulisan ini untuk tujuan apapun, saya harapkan anda membaca halaman ini terlebih dahulu. Terima kasih.
=====
Tulisan dari thread
[Tanya] All about PRINT!!!
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=2175545
mencoba menambah bingung tentang dpi yang dipake di printer foto dan printer komputer.
=====
Dulu gue juga suka bingung soal ini.....
sekarang, gue udah males ngebingungin... hehehehehe...
yang jelas, perlu dibedain antara printer komputer dengan printer foto. sistemnya beda banget. jadi emang ngak bisa disamain.
printer foto.
kalo printer foto, pake kertasnya kertas yang sensitif dengan cahaya. kaya film (ada lapisan yang sensitif cahayanya), tapi ini ditaronya dikertas (kalo film, ditaro diatas plastik). jadi, cara nyetaknya pun pake cahaya (nerangin kertas itu dengan cahaya), trus masukin ke macem2 cairan, dicuci trus dikeringin.
printer komputer
kalo ini pake sistem yang udah jelas buat kita semua. pake titik2 tinta atau toner yang ditempelin di kertas.
dpi
dot per inch. kalo ini emang standard untuk cetak mencetak. tapi, dua printer itu pake dpi dengan 'bahasa' yang beda.
kalo printer foto, menggunakan dpi persis seperti standard percetakan. dimana, misalkan pake 200dpi, maka ada 200 titik yang dimampatkan dalam 1 inch.
sedangkan dpi di printer komputer, tetep dot per inch. tapi, ini dot dari titik2 semburan tintanya atau titik toner. makanya printer2 komputer 'ngejual' dpi sebagai alat jual mereka. semakin besar dpi, semakin bagus printernya (tapi biasanya juga makin mahal ).
intinya??
jangan bingung!
program komputer yang bener2 bisa dipake untuk ngeprint sesuai dengan aturan dpi percetakan adalah program2 desktop publishing (sotosop, freehand, ilustrator etc.). program2 ini handle gambar berbeda dengan program2 seperti word atau ACDSee. oleh karenanya, ngeprint resolusi rendah pake word tetep memungkinkan ketimbang sotosop atau freehand.
akan tetapi, kita membiarkan komputer untuk menentukan resolusi dan gimana cara nyetak gambarnya kita.
sedangkan sotosop dan program sejenis, benar2 memberikan kontrol image handling kepada operator. jadi, kita bener2 bisa berkarya.
tentang 3 MP aja udah bagus... ada beberapa cara untuk bisa melakukannya.
1. kita maenin dpi-nya.
gue biasanya nyetak foto (pake printer foto punyanya rapico) pake standard 200dpi. soalnya kata operator mesin cetak itu, mesin itu pake standard 200 dpi. jadi, gue ngikutin aja standard mesin itu.
baru kalo mau masuk percetakan, gue kasi yang 300 dpi. itu pun maksimal untuk pencetakan 10R. kalo udah lebih dari 10R, kita bisa maenin lagi dpi-nya, karena... simple.... resolusi tinggi percuma untuk pencetakan yang besar.
kalo kita udah nyetak lebih besar dai 10R, kita melihat gambar tersebut tidak mungkin dari jarak 30cm. kita harus kasi jarak lebih jauh lagi. makanya, kalo kita liat gambar sebesar 1m, kita bener2 harus mundur paling tidak 2-3m. dari jarak tersebut, resolusi tinggi akan terbuang percuma. karena mata kita ngak akan tahu bedanya.
KECUALI....
yang mencetak memiliki standard kualitas yang tinggi (dalam ambang batas ridiculous). itu seperti ngebunuh nyamuk pake obat serangga seharga 1.000.000 per liter. ampuh. berkualitas. tapi, tidak efisien dan tidak perlu.
sayangnya.... banyak hobbyst menganut paham seperti ini. dan tentunya, orang2 seperti ini jadi sasaran empuk para marketer produsen kamera hehehehehe
(read more about level of photographer (satire) at http://www.kenrockwell.com/tech/7.htm )
2. memperbesar gambarnya.
misalkan kita mempunyai ukuran sebuah gambar 2000 x 3000 pixel. akan tetapi, kita perlu memperbesarnya ke 2500 x 3500 pixel. program2 editing perlu menarik gambar yang hanya memiliki 2000 pixel, mengisi 500 pixel diataranya, untuk mendapatkan ukuran 2500 pixel. bagaimana?? program2 tersebut MENCIPTAKAN pixel2 tersebut. perhitungan2nya macam2, dan menjadi kebanggaan tiap2 pembuat program. akan tetapi, pada dasarnya, program2 tersebut MENCIPTAKAN pixel2 baru yang sebenarnya, tidak ada pada file gambar yang asli. ini teknik yang dipake oleh kamera fuji.
jadi, untuk fotografi digital, kalo 'modal'nya udah 3MP, ngak akan bisa dibuat ke 4MP.
dan gue pribadi ngak suka pake cara ini.
jadi.... kesimpulannya....
3 MP amat sangat cukup untuk motret2 dokumentasi dan hobi amatir. karena pembesaran paling mentok untuk orang2 yang pake kamera seperti ini adalah 10R. paling mentok juga A4 (12R). dan untuk nyetak segini, bisa pake dpi yang rendah (200-150), dimana tidak akan terasa ada perbedaan resolusi. tidak akan terlihat dengan mata telanjang.
tapi, untuk profesional, 6MP adalah standard minimum. karena dengan 6MP, bisa ngebuat cetak 10R dengan resolusi dpi, 300. selebihnya... kalo mau pembesaran diatas 10R, kita maenin dpi-nya.
mudah2an ngebantu..... bukan bikin tambah bingung....
=======
============
Tulisan yang menjelaskan dpi dengan bahasa yang lebih mudah, ada di-sini.
Tulisan yang menjelaskan dpi dan hubungannya dengan mega-pixel, ada di-sini.
Tulisan yang menjelaskan tentang ppi, ada di-sini.
Ngomong-ngomong....
Kalau tulisan ini dapat membantu anda seperti buku atau workshop dan kursus yang perlu anda ikuti, maka anda dapat ikut membantu saya untuk terus mendukung saya dan website saya ini. klik di sini.
Terima Kasih banyak!
Madia
www.mk-photography.biz
|