MK-Photography Home
 

Light Meter (how to use it)

Anda dapat bebas membaca tulisan ini dan melihat foto-foto yang ada di website ini. Apabila anda berniat menyebarluaskan tulisan ini untuk tujuan apapun, saya harapkan anda membaca halaman ini terlebih dahulu. Terima kasih.

=====

tulisan ini diambil dari thread....

Light Meter (how to use it)
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=93010
=====

Dah di terangin di Photography (the concept) mengenai konsep fotografi. bahwa ASA, aperture dan speed amat berhubungan.

di sini diterangin mengenai light meter. bagaimana cara menggunakannya.

light meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk. dengan membandingkan dengan ASA, aperture dan shutter speed yang digunakan, maka light meter dapat menentukan cahaya yang masuk, sudah "pas", "under" (kurang) atau "over" (lebih).

tiap kamera memiliki cara penunjukan light meter yang berbeda-beda. akan tetapi dapat dikatagorikan pada 3 golongan.

1. + O -
ini adalah cara yang paling umum menunjukan cahaya yang masuk. "+" menunjukan jumlah cahaya yang masuk terlalu banyak (over), "O" menunjukan jumlah cahaya yang masuk sudah pas, "-" menunjukan jumlah cahaya yang masuk kurang (under). untuk beberapa kamera, tanda "+" diganti dengan segitiga ke atas, dan tanda "-" diganti dengan segitiga ke bawah.

2. (-2)--(-1)--O--(+1)--(+2)
untuk kamera2 yang keluar akhir2 ini, cara penunjukan ini yang dipilih. di bawah skala ini, ada titik (dot) yang bergerak2 sesuai dengan arah over atau under. (+1) dan (+2) menunjukan bahwa cahaya yang masuk over 1 stop dan 2 stop. sebaliknya, (-1) menunjukan bahwa cahaya yang masuk under 1 stop. "-" (strip) menunjukan lompatan 1/3 stop.

3. penunjukan speed (atau aperture) yang sebaiknya digunakan.
untuk beberapa kamera, ada yang cara penunjukan light meternya dengan cara seperti dia atas. begitu light meter diaktifkan, akan ada lampu (atau jarum) yang menunjukan speed (atau aperture... tergantung dari tipe kamera) yang sebaiknya digunakan. apabila speed kita lebih cepat daripada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan under. sebaliknya, kalo speed kita lebih lambat dari pada speed yang direkomendasikan, maka hasilnya akan over.

dalam proses pencarian cahaya yang pas (eksposure tepat), kita harus tahu efek yang ingin kita ambil.

misalkan kita ingin memotret mobil yang sedang bergerak. kita ingin membekukan mobil tersebut. maka, speed kita patok di 500. baru setelah itu kita mencari aperture yang pas dengan setting speed 500 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode "Speed Priority" atau biasanya memakai simbol "S".

sebaliknya, misalkan kita ingin membuat potrait orang, yang mana foreground dan background blur, maka kita perlu mematok aperture pada f/ 3.5. setelah itu, baru kita mencari speed yang dibutuhkan dengan setting aperture f/3.5 tersebut. Pada banyak kamera modern, proses ini dapat dihitung secara otomatis oleh prosesor kamera dengan memilih mode "Aperture Priority" atau biasanya memakai simbol "A".

==============

Update : tambahan bacaan tentang light meter external dan flash di sini

Update : tambahan bacaan tentang metering di digital photography di sini

==============

Ngomong-ngomong....

Kalau tulisan ini dapat membantu anda seperti buku atau workshop dan kursus yang perlu anda ikuti, maka anda dapat ikut membantu saya untuk terus mendukung saya dan website saya ini. klik di sini.

Terima Kasih banyak!

Madia
www.mk-photography.biz