|
Another Writing About Light Meter
Anda dapat bebas membaca tulisan ini dan melihat foto-foto yang ada di website ini. Apabila anda berniat menyebarluaskan tulisan ini untuk tujuan apapun, saya harapkan anda membaca halaman ini terlebih dahulu. Terima kasih.
=====
basic light meter 101.
light meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur jumlah cahaya. dengan begitu, light meter bisa menghitung settingan berapa (ASA, f/ dan speed) untuk sebuah scene.
sistem kerjanya secara sederhana adalah ada sebuah sensor cahaya yang hambatannya berubah2 bila terkena cahaya. perbedaan hambatan inilah yang kemudian diubah menjadi informasi kekuatan cahaya. light meter seperti ini mengeluarkan informasi dalam satuan ev.
beberapa bahkan menghitung speed ATAU diafragma (tidak bisa bersamaan) yang tepat untuk jumlah cahaya yang sedang diukur. hal ini dimungkinkan setelah pengguna light meter menentukan terlebih dahulu angka2 yang lain.
jadi misalkan ingin mengetahui "speed" yang tepat untuk sebuah scene. pengguna light meter harus memberikan infomasi "diafragma" dan "asa" yang dipakai.
misalkan ingin mengetahui "diafragma" yang tepat, light meter harus tahu "speed" dan "asa" yang dipakai.
kebanyakan light meter yang ada di kamera2 modern sekarang ini, langsung menghitung kombinasi tersebut. bahkan sudah dibuat otomatis dengan adanya pilihan A (aperture priority) dan S (speed priority).
A, kita milih2 diafragma yang kita pakai. kemudian kamera yang otomatis menghitung (dan langsung menggunakan) speed yang dibutuhkan.
S, kita milih2 speed yang kita pakai. kemudian kamera yang otomatis menghitung (dan langsung menggunakan) diafragma yang dibutuhkan.
ASA selalu sudah provided pada setiap memulai motret (kecuali di set outomatic asa.... seperti pada kamera2 digital sekarang ini).
makanya saran untuk pemula yang pengen belajar fotografi. biar ngak bingung, selalu pikirin dulu apa yang pengen diambil. kalo mo ambil model yang memakai efek blur di background (dof pendek), maka yang diutamakan adalah diafragma. speed di'korban'kan untuk mendapat efek dof pendek.
akan tetapi, kalo mo motret mobil yang sedang berjalan cepat, kita perlu speed tinggi. makanya diafragma ngikutin speed yang udah ditentuin.
trus, kalo mentok?? udah pake bukaan besar (diaframa angka kecil) tapi speed masih 1/8 atau 1/15. padahal mo motret kecepatan tinggi.
kalo mentok gini, ya namanya apes. cahayanya ngak cukup. cahayanya terlalu redup untuk motret seperti itu.
makanya motret panggung teater tuh bener2 technical challenge yang tinggi. karena kita harus motret orang2 yang sedang aktif bergerak di panggung, dengan pencahayaan panggung yang biasanya seadanya, dan kita ngak boleh pake flash.
iso tinggi dan lensa bukaan besar adalah salah satu jawaban. sayangnya jawaban yang biasanya harganya mahal hahahahahaha
anyway,
back to light meter.
kenapa perlu light meter external?
- kalau duluuuu.... light meter tuh teknologi canggih. hanya beberapa kamera yang diberikan light meter internal. kebanyakan kamera tidak dilengkapi light meter. makanya dibutuhin light meter external.
tradisi tidak memberikan light meter internal masih dipertahankan di sebagian besar kamera medium (dan semua kamera besar).
sekarang ini, semua kamera 35mm sudah memakai light meter internal. light meter external tetep dibutuhin untuk motret dengan kamera medium dan kamera besar.
- karena light meter external memberikan informasi jauh lebih lengkap ketimbang light meter yang ada di kamera. light meter external, memberikan informasi dengan ketelitian hingga 1/10 stop.
sebagai perbandingan, untuk kamera2 modern yang light meternya ada di body, light meter ini hanya memberikan 1/3 stop. artinya, pada satu scene yang diukur, light meter yang ada di kamera modern hanya bisa memberikan infomasi suatu scene over (atau under) 1/3, 2/3 atau 3/3 stop.
sedangkan light meter external bisa memberikan info over (atau under) 1/10, 2/10, 3/10,... 10/10 stop.
- light meter external bisa mengukur cahaya yang jatuh dan cahaya yang dipantulkan. light meter kamera hanya mengukur cahaya yang dipantulkan oleh sebuah object. terkadang, diperlukan untuk mengukur jumlah cahaya yang benar2 jatuh di object tersebut. di sini light meter external bisa
- light meter bisa mengukur burst of light yang biasa dikeluarin flash. light meter kamera ngak bisa ngukur keluatan yang dikeluarin sama flash. karena cahaya flash keluarnya hanya seper sekian detik.
light meter external bisa ngukur ini, kemudian hasil ukurannya disimpan di memory sehingga kita bisa liat hasil ukurannya walaupun cahaya yang diukur sudah tidak ada.
ok.... kita dah ngomongin flash.
kenapa flash masih diukur, padahal kan ada tabel petunjuknya?
flash dengan kekuatan tetap dan tidak diberi aksesoris lain2.... memang bisa kita berpatokan pada tabel. hal ini yang biasa dilakukan oleh fotografer2 kimpoian yang pake flash besar di samping kamera. tembak aja... asal terang, orderan jalan terus. hehehehehehe
tapi, kualitas flash yang seperti ini tidak bisa diterima (unacceptable) untuk beberapa fotografer. beberapa fotografer menuntut output flash yang keluar, sesuai dengan kebutuhan. kalo emang butuh sedikit, ya keluarnya sedikit. kalo butuhnya keluar banyak, ya keluarnya banyak.
dari tuntutan ini, keluarlah flash2 pinter yang bisa TTL. yang outputnya, sesuai dengan perintah kamera (melalui perhitungan jarak, yang infonya didapet dari lensa, dan perhitungan light meter). kalo outputnya udah bisa otomatis seperti ini... tabel udah ngak butuh lagi.
trus kegunaan light meter external untuk penggunaan flash apa dong??
light meter external banyak dibutuhin untuk ngukur output dari flash yang lebih besar lagi. flash yang biasa ada di studio. lampu studio.
output dari lampu studio bisa diatur2 sesuai kebutuhkan. aksesoris yang macem2 juga bisa ditambahin di lampu2 tersebut. dan untuk mengukur itu semua, dipakailah light meter external.
tapi...
dengan adanya teknologi digital sekarang ini yang sudah mulai matang (mature), penggunaan light meter di lingkungan professional (dan studio foto) sudah benar2 digeser.
dengan kamera digital, kita tidak perlu lagi nebak2 perbandingan lampu yang terjadi.... apakah efek yang diinginkan bisa didapat.... apakah lampunya nyala atau tidak. semua ini (yang biasanya diatur dengan light meter external dan ditest dengan polaroid), bisa ketahuan dengan cepat dengan memakai kamera digital. sekali jeptret... semua efek lampu dan settingannya bisa langsung terlihat di layar monitor....
yang membuat light meter penggunaannya menjadi amat terbatas dikalangan professional yang amat sangat teliti dalam kerjanya.
selebihnya... pengen praktis aja. jepret... liat hasil... perbaiki... jepret lagi.
==============
Update : tambahan bacaan tentang dasar penggunaan light meter di sini
Update : tambahan bacaan tentang metering di digital photography di sini
==============
Ngomong-ngomong....
Kalau tulisan ini dapat membantu anda seperti buku atau workshop dan kursus yang perlu anda ikuti, maka anda dapat ikut membantu saya untuk terus mendukung saya dan website saya ini. klik di sini.
Terima Kasih banyak!
Madia
www.mk-photography.biz
|